Sudah terbit: Volume 57!
Sudah terbit: Volume 33!

YESUS SAYANG ODHA

1 2 3 4 5 Rating 4.50 (14 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: Lukas 5:12-16

Lalu Yesus mengulurkan tangan- Nya, menyentuh orang itu, dan berkata, “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya. (Lukas 5:13)


Bacaan Alkitab Setahun:
1 Korintus 9-11


Setahun lamanya saya dan pendeta melayani komunitas orang kusta tanpa bekal wawasan medis, dan saya tertular. Itu baru saya sadari saat kuliah dan tinggal di asrama. Dokter menjamin penyakit ini bisa dikondisikan tidak menular, bahkan mudah disembuhkan. Namun, karena stigma negatif terhadap penderitanya belum banyak berubah, bapak asrama yang bijaksana setuju saya menjalani pengobatan secara rahasia.

Tindakan Yesus menyembuhkan pengidap kusta dalam bacaan hari ini sungguh di luar dugaan. Dia menyentuh orang itu (ayat 13). Mengagetkan, sebab itu melanggar hukum agama dan berisiko menularkan penyakit. Penderita kusta dalam budaya Yahudi ada dalam kondisi tidak tahir—mengidap dosa. Bukan hanya kesembuhan, Yesus juga “menularkan” kesejukan bagi jiwa yang telah lama merindukan kasih dan penerimaan melalui sentuhan-Nya. Perintah Yesus agar orang itu menghadap para imam (ayat 14) adalah supaya kesembuhannya mendapat pengesahan hukum dan haknya untuk mendapat penerimaan dalam masyarakat kembali dipulihkan.

Hari ini para ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) banyak mengalami kepahitan para penderita kusta abad pertama: sulit sembuh dan terkucilkan. Mereka perlu menerima kabar anugerah bahwa Tuhan menerima dan mengasihi mereka. Berita baiknya, sentuhan—jabat tangan dan pelukan hangat—bukanlah media penularan dan dapat menjadi salah satu ekspresi kasih yang bisa kita berikan. Di hari AIDS sedunia ini, mari bersama berdoa agar anak-anak Tuhan dimampukan mengasihi para penderita AIDS dengan kasih Kristus, dan dengan hikmat Tuhan, usaha-usaha dunia medis dapat menemukan terapi yang efektif bagi ODHA.—ICW 

ADA MUKJIZAT SEDERHANA YANG DIRINDUKAN ODHA:

SENTUHAN KASIH DAN PENERIMAAN.

Respons: