Sudah terbit: Volume 57!
Sudah terbit: Volume 33!

SI SUMBU PENDEK

1 2 3 4 5 Rating 5.00 (2 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: Amsal 19:18-29

Orang yang sangat cepat marah akan kena denda, karena jika engkau hendak menolongnya, engkau hanya menambah marahnya. (Amsal 19:19)


Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 139-143



Apakah kita termasuk orang yang mudah marah? Sedikit saja ada sesuatu yang menjengkelkan, amarah kita segera meledak. Sasaran kemarahan kita pun beragam, mulai dari pasangan, anak, sampai orang lain yang tidak tahu-menahu mengapa kita marah. Jika jawaban kita “ya”, jangan-jangan kita termasuk “Si Sumbu Pendek”.

“Si Sumbu Pendek” adalah gambaran dari orang yang mudah meledak dalam kemarahan. Sama seperti petasan atau bom bersumbu pendek, disulut sedikit saja petasan atau bom itu segera meledak. Ledakan amarah “Si Sumbu Pendek” terkadang tanpa alasan logis dan tidak terkendali. Mengenai sifat buruk ini, nas hari ini menggarisbawahi, “Orang yang sangat cepat marah akan kena denda, karena jika engkau hendak menolongnya, engkau hanya menambah marahnya.” Dalam Alkitab Terjemahan BIS, frasa “akan kena denda” dituliskan dengan “merasakan sendiri akibatnya”. Orang yang pemarah tidak jarang terkena akibat dari kemarahannya sendiri. Dalam kondisi marah, upaya orang lain untuk menolongnya tidak jarang malah menambah kemarahannya. Orang jadi perlu berhati-hati jika hendak menolong orang yang sedang marah karena bisa-bisa kita akan kena marah juga.

Marah bukanlah dosa, tetapi sifat pemarah menandakan adanya masalah dalam penguasaan diri orang tersebut. Jika kita termasuk dalam kelompok “Si Sumbu Pendek”, mintalah anugerah Tuhan agar kita dapat lebih mengendalikan amarah. Yakinlah bahwa Allah sanggup mengubahkan segala sesuatu, termasuk mengubah seorang pemarah menjadi seorang peramah.–IDO

KEMARAHAN YANG MUDAH MELEDAK
MEMBAHAYAKAN DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons: