Sudah terbit: Volume 57!
Sudah terbit: Volume 33!

SINGKIRKAN UDANGNYA

1 2 3 4 5 Rating 4.09 (22 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: 1 Yohanes 2:7-14

Siapa yang berkata bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudara seimannya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang. (1 Yohanes 2:9)


Bacaan Alkitab Setahun:
1 Raja-Raja 12-13



Dalam sebuah acara, kami mendapatkan sajian mi oriental. Sebelum makan, seorang rekan tampak sibuk menyingkirkan udang dari piringnya. Ia melakukannya karena ia alergi udang. Udang membuatnya gatal-gatal. 

Tidak perlu menolak hidangan yang tersaji meski ada bagian yang tidak kita sukai di dalamnya. Cukup dengan menyingkirkan bagian yang tidak kita suka, makanan tersebut dapat kita nikmati. Sikap seperti inilah yang seharusnya kita lakukan saat menemukan hal buruk pada diri sesama. Menyingkirkan mereka dari daftar pertemanan atau membenci mereka seumur hidup bukanlah cara yang benar dalam menyikapi sifat buruk seseorang. Kristus tak pernah mengajarkan demikian. 

Menjadi pengikut Kristus berarti menghidupkan kasih di dalam diri kita. Demonstrasi kasih yang telah dinyatakan melalui pengurbanan Kristus di kayu salib menjadi motivasi kita untuk mengasihi sesama tanpa memandang kekurangan mereka. Yesus yang kudus telah berkurban bagi manusia yang penuh dosa. Dia yang suci mau menerima kita yang berdosa. Sangat tidak tahu diri jika manusia yang telah ditebus dosanya tidak dapat menerima kekurangan dalam diri sesamanya. Tak peduli berapa banyak kesalahan mereka, berapa sering mengecewakan kita, berapa kali mengingkari janji, menyakiti hati dan membohongi, kita dipanggil untuk melepaskan pengampunan dan mengasihi. Kesampingkan keburukan sesama sebagaimana rekan saya menyingkirkan udang dari piring mi, maka kita akan menikmati hubungan yang indah bersamanya!—EBL

KETIKA KITA TIDAK MAU MENGASIHI SESAMA
BERARTI KITA SEDANG MEMBENCINYA


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons: