PERTOBATAN DOMPET

1 2 3 4 5 Rating 4.48 (31 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: Kisah Pr. Rasul 2:41-47

Dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. (Kisah Pr. Rasul 2:45)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ayub 38-40



“Ketika menyangkut uang, semua orang sama agamanya”demikian komentar pedas seorang ateis. Meskipun tidak nyaman di telinga, ini bukan komentar sembarangan, melainkan lahir dari pengamatan dan pengalaman. Kenyataan membuktikan: orang boleh beragama apa saja, tetapi kalau sudah berurusan dengan uang, tahu-tahu keyakinannya seakan menguap. Tidak berpengaruh apa-apa. Satu saja yang mereka puja: uang!

Kisah Para Rasul melukiskan buah-buah pertobatan dari jemaat Kristen perdana di Yerusalem. Mereka menampakkan perubahan hati: berserah diri untuk dibaptis, beribadah bersama dengan bersehati, tekun, dan tulus hati (ay. 41, 46, 47). Selain itu, mereka menunjukkan perubahan pikiran: gemar dan tekun belajar menjadi ciri kental mereka (ay. 42). Akhirnya, terjadi pula perubahan cara memandang dan menggunakan harta: saling berbagi milik menjadi cara hidup mereka yang baru (ay. 44-45). Sungguh, pertobatan yang utuh!

Reformator gereja, Martin Luther, memerinci pertobatan menjadi tiga aspek: pertobatan hati, pertobatan pikiran, dan pertobatan dompet. Sejujurnya, yang terakhir adalah wujud yang paling kentara. Dapat dilihat dan dirasakan dampaknya oleh orang-orang di sekitar kita. Tanpa pertobatan dompet, bisa jadi akan menimbulkan pertanyaan tentang kesungguhan pertobatan kita. Pertobatan yang belum terwujud dalam perilaku. Karena itu, marilah kita membuktikan bahwa iman kita memberikan pengaruh yang besar pada cara kita memandang dan mengelola serta menggunakan uang.—PAD

SIAPA MEMBERIKAN HATINYA KEPADA TUHAN, JUGA MEMBERIKAN
HARTANYA, SEBAB DI MANA HATI BERADA DI SITU PUN HARTA BERADA


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons: