AHOK DAN ALPHARD

1 2 3 4 5 Rating 4.62 (21 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: Bilangan 11:4-23

Orang-orang bajingan yang ada di antara mereka kemasukan nafsu rakus; dan orang Israel pun menangislah pula serta berkata: "Siapakah yang akan memberi kita makan daging?” (Bilangan 11:4)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kejadian 40-42



Puteri Indonesia 2013, Whulandary, bertanya kepada Wagub DKI Jakarta, yang biasa disapa Ahok, “Setelah Bapak menjadi Wakil Gubernur, anak Bapak mendapat fasilitas apa?” Ahok pun menjawab, “Baru dua minggu lalu anak saya menangis minta pindah sekolah karena dibilang anak miskin. Anak saya ke sekolah naik bis, temannya diantar Alphard.” Lalu Ahok menambahkan, ia menasihati anaknya bahwa orang kaya itu bukan orang yang punya Alphard, tetapi orang yang merasa cukup dengan apa pun miliknya dan bersyukur.

Dalam perjalanan selama empat puluh tahun di padang gurun menuju Kanaan, bangsa Israel pun sering merasa tidak puas. Bagai anak kecil yang gemar merengek, seperti itulah sikap mereka. Meremehkan pemberian Tuhan, membandingkannya dengan kenikmatan yang dulu mereka alami. Mereka dilepaskan dari perbudakan bangsa Mesir, namun pikiran mereka hanya tertuju pada kebutuhan perut (ay. 6). Jiwa mereka didera oleh ketidakpuasan dan kerakusan sehingga tak mampu lagi mensyukuri rancangan Tuhan dan kebaikan-Nya.

Mungkin kita sering sibuk membandingkan hidup kita dengan hidup orang lain. Mungkin pikiran kita penuh dengan bermacam keinginan akan hal-hal yang belum kita miliki sehingga kita sulit mensyukuri hal-hal yang sudah kita miliki. Alangkah baiknya jika kita meluangkan waktu untuk menghitung berkat yang kita punyai, yang semata-mata merupakan anugerah Tuhan. Kiranya kesadaran ini mendorong kita untuk tidak lagi bersungut-sungut, melainkan mengucap syukur.—SLS

MENSYUKURI BERKAT YANG TUHAN KARUNIAKAN DALAM HIDUP INI
MEMBANGKITKAN KETENANGAN DAN KEPUASAN BATIN YANG MELEGAKAN


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons: