Sudah terbit: Volume 57!
Sudah terbit: Volume 33!

SUDAH JATUH DITIMPA TANGGA

1 2 3 4 5 Rating 4.36 (22 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: 1 Samuel 1:1-18

Demikianlah terjadi dari tahun ke tahun; setiap kali Hana pergi ke rumah TUHAN, Penina menyakiti hati Hana, sehingga ia menangis dan tidak mau makan. (1 Samuel 1:7)


Bacaan Alkitab Setahun:
1 Samuel 22-24



Dalam hidup, terkadang kita dapat mengalami apa yang disebut sudah jatuh ditimpa tangga. Karena sebuah kesalahan sepele, kita kena damprat bos. Kita pun harus mengerjakan lagi pekerjaan itu dari awal dan harus lembur di kantor. Lalu, dengan tubuh penat kita pulang mengendarai motor tua. Baru separuh jalan, tiba-tiba motor macet, kehabisan bensin. Terpaksalah kita menuntunnya. Sesampai di rumah, istri sudah menunggu. Bukan dengan sapaan ramah, tapi omelan karena kita pulang larut malam. “Mengapa sepanjang hari ini aku mengalami situasi yang menyebalkan?” pikir kita.

Hana pun mengalami berbagai kemalangan secara bertubi-tubi. Hati perempuan mana yang tidak pilu jika tidak mampu memberikan keturunan untuk sang suami? Saat itu, hal ini sebuah aib besar, dan Hana pun merasakan kepiluan ini. Tidak berhenti di situ, Penina, istri Elkana yang lain, setiap kali bertemu selalu menyakiti hati dan merendahkan Hana. “Mengapa semua penderitaan ini bertubi-tubi menimpaku?” demikianlah kiranya jeritan hati Hana. Hana sungguh mengalami apa yang disebut: sudah jatuh ditimpa tangga.

Memang tidak nyaman ketika kita harus menderita secara beruntun dan seolah-olah tidak terlihat ada jalan keluar. Namun, dalam situasi seperti itulah kita diminta untuk tetap tenang, sabar, dan banyak berdoa. Ya, Tuhan mendengar dengan jelas kepiluan hati kita. Dan nyatalah bahwa doa yang kita naikkan dengan hati yang hancur, tidak dipandang hina oleh Tuhan. Seperti terbukti dalam hidup Hana.–SYS

DI TENGAH PENDERITAAN YANG BERLANGSUNG SECARA BERUNTUN,
PERCAYALAH BAHWA TANGAN TUHAN SENANTIASA MENUNTUN


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons: