TURUN UNTUK NAIK

1 2 3 4 5 Rating 4.48 (27 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yohanes 21:15–19

“Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” ... “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau.” (Yohanes 21:17)


Bacaan Alkitab Setahun:
2 Samuel 15-16



Adi pulang sekolah dengan galau. Ia tahu apa yang akan ditanyakan ibunya. Benar! Saat melihatnya, ibu langsung mengorek, “Ranking berapa, Di?” “28, Bu,” jawab Adi pelan. “Apa? 28? 28 dari 30?” sergah ibunya. “Ibu dulu selalu top five, paling tidak top ten. Di, ingat, bagi Tuhan tiada yang mustahil!” “Ya, Bu,” jawab Adi kesal. “Bagi Dia memang tidak, tapi bagi Adi itu mustahil!”

Bandingkan sikap ibu Adi dengan respons Tuhan Yesus terhadap kegagalan murid-Nya. Simak percakapan-Nya dengan Petrus di tepi danau Tiberias sesudah kebangkitan-Nya. Awalnya, Dia meminta murid-Nya itu mengasihi-Nya dengan agape (“kasih tak bersyarat: mengasihi walaupun”), yang dijawab Petrus dengan philea (“kasih bersyarat: mengasihi jikalau”). Kemudian, Tuhan kembali melontarkan agape, dan Petrus tetap menjawabnya dengan philea. Petrus sadar ia pernah mengkhianati Gurunya. Ia belum mampu mengasihi-Nya dengan agape! Tuhan pun paham Petrus belum bisa memenuhi standar-Nya. 

Akhirnya, Dia bertanya dengan philea, dan Petrus masih menjawabnya dengan philea. Tuhan tahu ada saatnya Petrus bisa mengasihi-Nya dengan agape. Ya, sesudah menerima Roh Kudus di hari Pentakosta (Kis. 2:1-4), Petrus berubah: kini ia berani bersaksi tentang Yesus dan, menurut tradisi, ia mati disalib terbalik karena merasa tak layak disalib “normal” seperti Gurunya. Ia dimampukan untuk mengasihi Tuhan dengan agape! 

Lalu, bagaimana dengan kita? Maukah kita membiarkan orang lain bertumbuh menurut “kecepatannya” sendiri? Tuhan saja mau!—HIS

KITA BISA “NAIK” LAGI JIKA TETAP DIPERCAYA SAAT SEDANG “TURUN”


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons: