PERLU DIBERI ANGKA

1 2 3 4 5 Rating 4.35 (37 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: Lukas 19:1-10

Tuhan, lihatlah, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat. (Lukas 19:8)


Bacaan Alkitab Setahun:
2 Tawarikh 14-17



Pak Janji Kosong berdoa, "Tuhan, kupersembahkan hidupku kepadamu." Bu Gita Sumbang bernyanyi, "... pakailah aku jadi alat-Mu." Mas Bualan Saja suka berucap, "Orang melayani yang penting 'kan hatinya..." Semuanya indah terdengar dan benar. Tak ada yang salah. Tetapi, ketika kita bertanya wujudnya, acap kali masih abstrak. Malah kemungkinan tidak ada sama sekali. Kenapa?

Cerita Zakheus tidak asing bagi kita. Terutama pertobatannya yang mengesankan. Namun cermatilah baik-baik. Ada perbedaan besar antara ucapan Zakheus dan perkataan banyak orang Kristen lazimnya. Di manakah perbedaan itu? Ia berani mengutarakan sesuatu yang konkrit. Frasa "setengah dari milikku" dan "empat kali lipat" sungguh penting dan menentukan realisasi ucapannya. Ia berani mengikat dirinya dengan angka yang terukur sehingga janjinya tidak menjadi abstrak, kosong tak berwujud. Sebaliknya, konkrit dan terukur. Zakheus mengajari kita apa artinya berkomitmen.

Bagaimana kita? Sudah terukurkah doa dan ucapan janji kita? Berapa menit kita luangkan waktu dalam sehari untuk berdoa? Berapa pasal Alkitab kita baca dalam sehari? Berapa kali dalam sebulan kita bergabung dalam persekutuan? Berapa jumlah persembahan syukur bulanan yang kita sisihkan bagi Tuhan? Jam berapa kita menetapkan untuk tiba sebelum ibadah mulai? Dengan angka semuanya jadi lebih menantang dan mengikat. Tetapi, sekaligus melahirkan perbedaan. Tetapkan sebuah angka pada komitmen Anda dan tepatilah. Lalu lihatlah bedanya!—PAD

TUHAN TIDAK TERKESAN PADA UCAPAN INDAH NAMUN HAMPA.
DIA MENCARI KOMITMEN YANG DIBUKTIKAN NYATA.


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons: