KARAKTER, BUKAN KARIER

1 2 3 4 5 Rating 4.73 (26 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: 1 Tesalonika 5:12-22

Ucapkanlah syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. (1 Tesalonika 5:18)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ayub 17-20



“Aku bingung apa sebenarnya panggilan hidupku. Setiap pagi aku ke kantor, mengerjakan tugas-tugasku, lalu sore pulang. Lima hari seminggu begitu-begitu saja. Kadang aku bertanya-tanya, apakah pekerjaanku ini sudah sesuai dengan kehendak Allah atau belum,” kata Wahyu. Temannya yang mendengar hanya tercenung. Bingung juga mau berkata apa.

Apakah Anda pernah atau tengah mengalami kegalauan semacam itu, yaitu berusaha mengetahui kehendak Allah dalam pekerjaan yang Anda lakukan? Perikop hari ini memberikan perspektif yang segar, dan dapat memberikan jawaban atas kebingungan kita. Jika dicermati, Paulus tidak mengaitkan kehendak Allah dengan pekerjaan yang kita lakukan, melainkan dengan bagaimana sikap kita dalam menjalani hidup ini. Kita dipanggil untuk menghormati pemimpin (ay. 12), hidup dalam damai dengan orang lain (ay. 13), bersabar dan membela yang lemah (ay. 14). Allah menghendaki kita untuk bersukacita (ay. 16), tekun berdoa (ay. 17), bersyukur (ay. 18), dan seterusnya. 

Jika kita menyelidiki perikop lain yang berbicara tentang kehendak Allah, kita akan menemukan arah nasihat yang serupa. Dari situ dapat disimpulkan, kehendak Allah bukan terutama berkaitan dengan karier kita, melainkan dengan karakter kita. Dengan begitu, kita leluasa berkarier apa saja, sesuai dengan talenta, kecakapan, dan peluang yang ada. Yang lebih perlu untuk kita perhatikan adalah: apakah kita menjalankan karier itu dengan karakter seorang anak Allah. Tidak perlu bingung lagi, bukan?—ARS

KEHENDAK ALLAH BUKAN TERUTAMA BERKAITAN DENGAN KARIER KITA,
MELAINKAN DENGAN KARAKTER KITA SEBAGAI ANAK-NYA


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons: