Sudah terbit: Volume 57!
Sudah terbit: Volume 33!

MENUNDA MEMETIK

1 2 3 4 5 Rating 4.40 (25 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: Imamat 19:23-25

Apabila kamu sudah masuk ke negeri itu dan menanam bermacam-macam pohon buah-buahan, janganlah kamu memetik buahnya selama tiga tahun dan jangan memakannya. (Imamat 19:23)


Bacaan Alkitab Setahun: 
1 Samuel 14:24-16



Keluarga kami sederhana, ayah bekerja sebagai pegawai kecil sebuah toko. Sejak kelas 2 SD, saya sudah belajar menabung dengan menyisihkan uang jajan. Saat lulus SD, ayah berjanji kelak saya kuliah di universitas. Karena itulah kami sepakat sama-sama menabung untuk persiapan uang kuliah. Berat rasanya saat melihat teman jajan sepuasnya atau main di persewaan Play Station (PS). Namun, enam tahun kemudian, saya memetik hasilnya. Berkat uang tabungan itu, saya bisa kuliah. 

Kepada bangsa Israel, Tuhan memerintahkan, saat mereka berada di Kanaan, mereka tidak memetik dan memakan buah pohon selama tiga tahun pertama (ay. 23). Pada tahun keempat, segala buahnya dipersembahkan bagi Tuhan (ay. 24). Barulah pada tahun kelima mereka boleh menikmati buahnya. Buah yang muncul pada tiga tahun pertama biasanya dipetik dini dan dibuang karena dapat menghambat pertumbuhan pohon. Mulai tahun keempat, barulah pohon mencapai taraf kedewasaan yang memadai dan siap menghasilkan buah-buah terbaik. Tuhan mengajar mereka untuk menunggu dan bersabar sebelum menikmati hasil yang terbaik. 

Menunda hasil yang kecil demi mendapatkan hasil yang terbaik melatih kita bersabar dan mampu menahan diri dari godaan. Kita menolak kesenangan-kesenangan kecil yang berpotensi merusak hasil akhir yang kita harapkan. Kalau kita sabar mengelola hal-hal yang kecil dengan tujuan hal itu berkembang semakin besar, pada waktu yang tepat pasti kita menuai yang terbaik. —RTG

MENUNDA MENIKMATI HASIL YANG KECIL MEMBUKA JALAN BAGI KITA
UNTUK MENUAI HASIL YANG TERBAIK


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons: