Sudah terbit: Volume 57!
Sudah terbit: Volume 33!

BIJI MAHONI

1 2 3 4 5 Rating 4.25 (28 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: Efesus 4:17-32

Jagalah supaya jangan ada seorang pun kehilangan anugerah Allah, agar jangan tumbuh akar pahit yang menimbulkan kerusuhan dan mencemarkan banyak orang. (Ibrani 12:15)


Bacaan Alkitab Setahun: 
Yeremia 51-52



Biji mahoni rasanya pahit, tetapi bisa untuk obat nyamuk. Cara membuatnya mudah. Biji mahoni dijemur, lalu digerus menjadi bubuk. Bubuk itu dibungkus kantong kain, dan dimasukkan ke bak air. Bak air pun akan terbebas dari jentik nyamuk. Saya mempraktikkannya, dan berhasil. 

Biji mahoni yang pahit ada gunanya. Namun, jika kita menyimpan kepahitan dalam hati, banyak masalah akan muncul. Firman Tuhan memerintahkan kita membuang segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian, fitnah, dan segala kejahatan (ay. 31). Kita pun hendaknya jangan menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar tidak tumbuh akar yang pahit dalam diri kita. 

Mengapa seseorang bisa mengalami kepahitan? Salah satu penyebabnya adalah tidak mau membereskan masalah. Contohnya, saya bertengkar dengan si A, tetapi tak kunjung membereskannya. Kami malah saling mendiamkan. Saya selalu menyikapi secara negatif segala tindakan dan perkataannya. 

Banyak tanaman pahit berguna karena bisa dijadikan obat, tetapi hati yang pahit menjadi racun yang mencelakakan diri sendiri dan orang lain. Untuk mengatasinya, kita harus menuruti firman Tuhan yang memerintahkan kita untuk ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra, dan saling mengampuni (ay. 32). Kita perlu belajar mengenal Kristus. Hati Kristus penuh dengan kasih, Dia tidak pernah menyimpan kepahitan, dan perkataan-Nya, sekalipun kadang-kadang keras, senantiasa membangun. Kiranya kita melakukan hal yang sama.

—RTG/www.renunganharian.net


SALING MENGAMPUNI MEMBEBASKAN KITA
DARI SEGALA BENTUK KEPAHITAN


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons: