BERKAT POHON TAMARISKA

1 2 3 4 5 Rating 4.62 (26 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: Kejadian 21:22-34

Lalu Abraham menanam sebatang pohon tamariska di Bersyeba, dan memanggil di sana nama TUHAN, Allah yang kekal. (Kejadian 21:33)


Bacaan Alkitab Setahun:
Imamat 4-6



Kita menanam pohon karena berbagai alasan. Di antaranya agar pekarangan rumah kita tampak hijau dan segar. Bagi pemilik properti, menanam pohon merupakan investasi yang menambah nilai dan karakter. Abraham pun menanam sebatang pohon tamariska di Bersyeba. Kemungkinan besar ia melakukannya untuk menunjukkan terima kasihnya kepada Abimelekh yang telah menerimanya begitu baik sebagai orang asing. Abimelekh telah menyediakan tempat untuk tinggal, tempat penggembalaan yang baik dan ketersediaan air untuk kawanan ternaknya. Selain itu, Abraham menanam pohon tamariska sebagai wujud syukurnya kepada Tuhan yang telah memberkatinya.

Pohon tamariska memberi banyak keuntungan. Pohon ini mampu bertahan hidup lama di gurun pasir. Kekuatan pohon ini dibarengi dengan daun-daun hijau mampu mengubah kegersangan menjadi hijau segar dan menjadi tempat perteduhan. Pohon ini mampu menyimpan air dengan sangat baik. Tindakan baik Abraham ini jelas disambut baik penduduk Bersyeba dan punya andil dalam penghormatan yang diterima Abraham kelak di Hebron ketika dia membutuhkan tanah pemakaman (Kej. 23:1-20).

Tidak sedikit orang “menanam pohon” dengan menginvestasikan hidup mereka untuk melayani sesama tanpa pamrih. Sebagian yang lain “menanam pohon” untuk menyelamatkan kehidupan anak-anak terlantar. Apa yang mereka tanam terbukti melahirkan orang-orang yang memiliki hati untuk menjadi berkat bagi sesama. Mereka telah “menanam pohon” yang bermanfat bagi sesamanya. Apakah yang telah kita tanam bagi sesama kita?

—SYS/www.renunganharian.net


HARGAILAH BERKAT TUHAN YANG TELAH KITA TERIMA DENGAN
MENGINVESTASIKANNYA UNTUK MEMBERKATI SESAMA


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons: