Sudah terbit: Volume 51!
Sudah terbit: Volume 33!

SEPAKBOLA BINOKULAR

1 2 3 4 5 Rating 4.60 (30 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: Matius 13:10-17

“Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.” (Matius 13:16)


Bacaan Alkitab Setahun: 
1 Raja-Raja 12-13



Di TV Jepang ada acara Sepakbola Binokular. Sesuai dengan namanya, para pemain memakai binokular atau teropong dua lensa. Binokular membuat pemain melihat bola lebih dekat daripada yang sesungguhnya. Jadi, mereka menendang-nendang area kosong di depan mereka karena mengira di situlah bola berada. Pertunjukan itu tampak seru dan menghibur, tetapi di dalamnya terkandung korelasi antara prinsip dasar sains optik dan mata rohani. 

Usai menyampaikan perumpamaan tentang penabur, Yesus menyatakan bahwa orang banyak yang mendengarnya “sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti” (ay. 13). Persis seperti para pemain yang memakai binokular. Namun, Dia menyebut murid-murid-Nya berbahagia karena kepada mereka disingkapkan rahasia Kerajaan Surga. 

Saat menerima Kristus, kita menjadi murid-Nya dan menanggalkan binokular yang menghalangi pandangan rohani kita. Kita masuk dalam golongan orang-orang yang berbahagia. Kepada kita dianugerahkan keselamatan yang beratus-ratus tahun diselidiki, diteliti, dan ingin diketahui oleh nabi-nabi, orang benar, dan para malaikat (1Ptr. 1:10-12). 

Lalu, bagaimana tanggapan kita? Apakah kita tetap hidup menuruti hawa nafsu yang menguasai kita pada waktu kebodohan kita? Tidak. Sudah seharusnya kita hidup sebagai anak-anak yang taat dan kudus di dalam seluruh hidup kita (1Ptr. 1:14-15). Mari kita menunjukkan syukur kita dengan berlaku dan berkata benar karena kita sudah melihat dan mendengar kebenaran.

—TAF/www.renunganharian.net


TETAP BERLAKU SALAH SETELAH MENGETAHUI KEBENARAN
ADALAH KESALAHAN YANG SESUNGGUHNYA


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons: