Sudah terbit: Volume 57!
Sudah terbit: Volume 33!

DENGAN TANGAN TERBUKA

1 2 3 4 5 Rating 4.75 (28 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: Ayub 1:1-22

“TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” (Ayub 1:21b)


Bacaan Alkitab Setahun: 
Mazmur 1-9



Marthin Luther mengatakan, “Apabila kita menerima berkat Tuhan, terimalah dengan tangan terbuka dan tetaplah terbuka, supaya apabila Tuhan mengambil kembali berkat-Nya itu, tangan kita tidak terluka.” Nyatanya, ketika seseorang menerima berkat Tuhan, ia sering menggenggamnya erat-erat. Akibatnya, ketika berkat itu nantinya diambil, ia protes dan mengeluh kepada Tuhan. Ia lupa bahwa berkat (harta benda, pangkat, jabatan atau kedudukan) itu bukanlah miliknya, melainkan pemberian Tuhan. 

Melalui kisah Ayub kita belajar bagaimana memandang berkat pemberian Tuhan. Ayub sadar bahwa segala miliknya berasal dari Tuhan, bukan miliknya sendiri. Dalam bagian ini, ia tidak mengeluh atau protes keras kepada Tuhan karena ia percaya bahwa Tuhan memiliki maksud tersembunyi dalam kehidupannya. Meskipun ia belum mengerti sepenuhnya, ia belajar tetap bersandar kepada Tuhan. 

Kita juga dapat belajar bagaimana cara menjalani kehidupan iman. Ayub orang yang takut akan Tuhan. Namun, kehidupannya justru dilanda berbagai kesusahan dan dukacita. Kehidupan kita pun pasti mengalami pasang surut. Kadang-kadang disinari oleh mentari yang cerah, namun kadang-kadang juga dinaungi awan hitam. Kadang-kadang kita mungkin merasa bahwa Tuhan mengambil berkat yang sudah diberikan-Nya kepada kita. Namun percayalah, rencana Tuhan yang lebih indah justru telah disediakan bagi kita yang senantiasa menantikan waktu-Nya. Apa pun yang terjadi dalam hidup, kasih-Nya tidak pernah meninggalkan kita.

—YKS/www.renunganharian.net


KITA TIDAK SELALU MEMAHAMI RENCANA DAN RANCANGAN TUHAN, TETAPI DIA
SENANTIASA MENYEDIAKAN KEINDAHAN BAGI ORANG YANG TAKUT AKAN DIA


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons: