Sudah terbit: Volume 57!
Sudah terbit: Volume 33!

MEMBERESKAN SAKIT HATI

1 2 3 4 5 Rating 4.61 (28 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: Mazmur 31:10-19

Kasihanilah aku, ya TUHAN, sebab aku merasa sesak; karena sakit hati mengidaplah mataku, meranalah jiwa dan tubuhku. (Mazmur 31:10)


Bacaan Alkitab Setahun: 
Bilangan 30-31



Setiap orang pasti pernah merasakan sakit hati. Salah satu hal yang membuat saya sakit hati adalah saat saya tahu orang yang mencuri handphone saya adalah kawan saya sendiri. Saya tidak pernah menduganya sebagai pelaku karena kelakuannya menurut saya cukup baik. Beberapa kali saat ia kesulitan, saya menolongnya. Secara umum, penyebab sakit hati di antaranya, rasa kecewa. Kecewa pada kenyataan, kecewa pada seseorang, pada diri sendiri, atau bahkan kepada Tuhan. 

Sakit hati bisa dialami siapa saja, termasuk orang benar. Sekalipun kita sudah berusaha hidup benar, melakukan hal positif bagi banyak orang, berusaha selalu melakukan kebenaran firman Tuhan, tetap saja ada kemungkinan orang melakukan sesuatu yang menyakiti hati kita. Daud adalah salah satu orang yang disebut Tuhan sebagai orang benar, dipuji sebagai orang yang berkenan di mata-Nya. Toh ia juga berulang-ulang mengalami sakit hati. Daud hendak dicelakai Saul, dikhianati anak kandungnya sendiri; Absalom, dan sebagainya. Merasa sakit dan kecewa itu normal dan bukan dosa. Menjadi dosa saat kita membiarkan dan memelihara rasa sakit itu sehingga menjadi kepahitan, dendam, dan kebencian. 

Cara terbaik memulihkan sakit hati ialah menyerahkannya kepada Tuhan dan belajar menuruti firman-Nya. Mengampuni jika diminta mengampuni; instrospeksi jika diminta mawas diri. Sakit hati itu bagaikan sampah yang mencemari dan membusukkan hati kita jika kita terus memeliharanya. Mengampuni mendatangkan kelegaan.

—RTG/www.renunganharian.net


SERAHKANLAH SEGALA SAKIT HATI DAN KECEWA KITA KEPADA TUHAN


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons: