HIDUP DENGAN PERCAYA

1 2 3 4 5 Rating 4.71 (21 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: Bilangan 14:11

TUHAN berfirman kepada Musa: “Berapa lama lagi bangsa ini menista Aku, dan berapa lama lagi mereka tidak mau percaya kepada-Ku, sekalipun sudah ada segala tanda mujizat yang Kulakukan di tengah-tengah mereka!” (Bilangan 14:11)


Bacaan Alkitab Setahun: 
Keluaran 1-4



Pertahanan diri adalah sebuah kemampuan yang dimiliki setiap manusia dalam dirinya. Kemampuan ini mendorong manusia untuk selalu berusaha sebisa mungkin supaya dapat mempertahankan hidupnya dalam setiap kondisi. Dorongan yang diberikan dapat berupa rasa percaya diri untuk melangkah maju, tetapi juga dapat berupa rasa takut sehingga memilih untuk mundur. Tetapi sering kali, manusia sulit untuk membangun rasa percaya dalam dirinya, dan jatuh pada ketakutan. 

Hal ini pula yang terjadi dalam kehidupan bangsa Israel, ketika mereka dalam perjalanan dan akan memasuki tanah orang Amalek. Demi bisa bertahan hidup, mereka justru bersungut-sungut dan berkeinginan untuk kembali ke Mesir, karena takut dengan orang Amalek. Oleh karena itu Allah kecewa dan mempertanyakan sikap mereka yang justru takut kepada manusia, tetapi lupa akan penyertaan Allah. Allah selalu menunjukkan kehadiran-Nya melalui setiap tanda mukjizat yang diberikan-Nya, tetapi mereka tidak juga percaya kepada-Nya. Mereka justru menistakan dan merendahkan Allah dengan sikap tidak percaya kepada-Nya. Seharusnya mereka menyadari keadaannya, percaya kepada Allah dan menjalani perintah-Nya, karena Allah yang menyertai mereka. 

Merasakan ketakutan adalah hal yang wajar untuk kita. Tetapi janganlah kita lupa untuk terus menguatkan rasa percaya kita kepada Allah, karena Allah selalu hadir bagi kita dan menyertai kita. Karena dengan penyertaan Allah saja, maka kita beroleh hidup.

—ZDP/www.renunganharian.net


SIKAP PERCAYA YANG KUAT, MENGALAHKAN RASA TAKUT YANG LEMAH


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons: