UJIAN KEKUASAAN

1 2 3 4 5 Rating 4.37 (38 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: Matius 20:20-28

“Tidaklah demikian di antara kamu. Siapa saja yang ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.” (Matius 20:26)


Bacaan Alkitab Setahun: 
1 Samuel 19-21



Saya tertarik dengan kesaksian seorang hamba Tuhan, yang saya dengarkan dari siaran radio. Hamba Tuhan ini saat sedang tidak berkhotbah, sengaja mengambil waktu untuk berkeliling untuk mengamati banyak hal. Terkadang ia muncul di kelas Sekolah Minggu, tapi juga tak jarang terlihat di kafetaria. “Sesekali saya membawa nampan dan ikut melayani jemaat yang sedang makan di sana,” akunya. Ia menyebut tindakannya itu sebagai: ujian kekuasaan! 

Menjadi pemimpin atau pemegang otoritas tak berarti kita boleh bermental bos, tetapi perlu tetap menjaga hati hamba dalam kehidupan keseharian. Fungsi utama dari pemimpin memang harus memimpin, tetapi bukan berarti “bebas tugas” dari tindakan melayani. Yesus sendiri, Sang Guru Agung kita, memberi teladan sempurna arti dari pemimpin berhati hamba, yang rela melayani para pengikut-Nya. Itulah sebabnya, Ia dapat mengajar dan memerintahkan agar para pengikut-Nya belajar menjadi pemimpin berhati hamba, yang rela melayani kebutuhan orang lain. Tindakan ini tak berarti akan “menurunkan derajat” sang pemimpin, tetapi justru membuatnya menjadi figur pemimpin hebat! Ya, bukankah pemimpin berhati hamba saat ini terbilang jarang? 

Apakah kita diberi amanat untuk menjadi pemimpin di sebuah kelompok? Tetaplah jaga mentalitas hamba dan layanilah orang-orang yang Anda pimpin. Alasannya, karena Yesus sendiri meneladankan, juga karena itulah prinsip kebenaran yang perlu kita ikuti dan hidupi dalam kehidupan keseharian, tak terkecuali ketika bergelut di dunia kerja!

—GHJ/www.renunganharian.net


MENJADI PEMIMPIN TAK BERARTI MENINGGALKAN PRINSIP HATI HAMBA


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons: