TIDAK TAWAR HATI

1 2 3 4 5 Rating 4.34 (35 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: 2 Korintus 4:1-15

Oleh rahmat Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu, kami tidak tawar hati. (2 Korintus 4:1)


Bacaan Alkitab Setahun: 
Yesaya 47-51



Makanan tawar itu tidak enak. Tidak ada rasa. Tidak asin, tidak manis, tidak asam bahkan tidak juga pahit. Hambar. Kita sering kehilangan “rasa” di dalam pelayanan. Kehilangan passion. Ada banyak penyebabnya. Rutinitas yang menghasilkan kebosanan dan kejenuhan. Kekecewaan karena harapan-harapan yang tidak tercapai. Tidak lagi antusias, tidak lagi bersemangat dan tidak lagi punya gereget. 

Paulus menyadari hal-hal tersebut di atas di dalam pelayanannya, termasuk juga penolakan dari orang-orang yang kepada mereka Paulus memberitakan Injil (ay. 3). Juga karena adanya orang-orang yang kesan awalnya tulus memberitakan Injil, tetapi licik dan memalsukan firman untuk kepentingannya sendiri (ay. 2). Hanya saja, Paulus tahu betul dari siapa ia memperoleh kesempatan untuk melayani pemberitaan Injil dan dari mana ia mendapatkan kekuatan untuk terus melanjutkan karya pemberitaan Injil tersebut. Paulus sadar dan tahu betul bahwa ia menerima tanggung jawab memberitakan Injil dari Allah sendiri dan kekuatannya pun datang dari Allah (ay. 1, 5). Hal-hal inilah yang membuat Paulus tidak mudah tawar hati dalam melakukan tanggung jawabnya. Kekuatan dan pertolongan Allah seperti terang yang terbit sehabis gelap. Ada pengharapan di dalam Allah yang meneguhkannya. 

Kondisi tawar hati mungkin saja dapat kita alami. Bersandar hanya pada kekuatan dan pertolongan Allah membuat kita dapat tetap memiliki “rasa” dalam melakukan pelayanan dan apa pun yang kita lakukan. Apalagi dengan mengingat bahwa yang kita lakukan adalah semata-mata untuk Allah saja.

—AAS/www.renunganharian.net


TETAP “BERASA” DALAM PELAYANAN OLEH KARENA
SELALU BERSANDAR PADA KASIH ALLAH


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons: