MENGHADAPI TRAGEDI

1 2 3 4 5 Rating 4.24 (38 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: ROMA 8:18-30

Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (Roma 8:28)


Bacaan Alkitab Setahun: 
Keluaran 32-34



Hannah Whitall Smith, penulis buku The Christian’s Secret of a Happy Life menafsirkan bahwa kata, “kebaikan” dalam Roma 8:28 bermakna “serupa atau segambar dengan Kristus”. Artinya bahwa kesulitan-kesulitan (tragedi) ataupun derita yang kita alami bertujuan membentuk kita untuk menjadi serupa dengan Kristus.

Paulus menulis ayat ini untuk meluruskan ajaran-ajarannya yang diputarbalikkan oleh beberapa pengajar Yahudi. Mereka menyampaikan bahwa keselamatan itu bertumpu pada perbuatan baik. Mereka juga mengajarkan bahwa kesusahan dan kesulitan itu adalah bentuk hukuman dari Allah. Paulus menyanggahnya bahwa derita dan kesulitan yang mereka alami bukanlah hukuman dari Allah melainkan Allah izinkan itu terjadi untuk kebaikan mereka.

Dalam hidup ini kita banyak menghadapi berbagai tragedi. Setiap tragedi yang kita alami menurut Alkitab tidak terjadi secara kebetulan. Bagi orang percaya, setiap tragedi yang terjadi diijinkan Tuhan demi kebaikan kita. 

Dengan pengertian ini, marilah kita menghadapi setiap tragedi yang kita alami dengan perspektif yang baru. Bahwa setiap hal menyakitkan yang terjadi dalam hidup kita adalah karena hal itu diijinkan Allah demi kebaikan kita agar semakin serupa dengan Kristus. Rick Warren pernah berkata, “Jika Bapa mengijinkan anak-Nya yang dikasihi-Nya mengalami penderitaan yang sangat menyakitkan, maka Ia juga akan mengizinkan kita mengalami hal serupa.”

—PRB/www.renunganharian.net


PENGALAMAN MENYAKITKAN DAN HAL-HAL MEMALUKAN YANG PALING INGIN KITA LUPAKAN,
AKAN TUHAN PAKAI UNTUK PELAYANAN YANG LEBIH BESAR


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons: